Friday, December 28, 2012
Thursday, December 20, 2012
5cm
hai ;;) baru sempet buka twitter lagi ich :p
gua mau cerita tentang film 5cm nih....
waktu hari senin tgl 17desember2012 gua nonton film 5cm bareng sama Fara,Rahmi,Dhea,Tasya,dan Agita :D kita berangkat dari sekolah,karna kebetulan hari itu sekolah kita udah bebas tinggal nunggu pembagian rapot doang.. kita masih nunggu Rahmi sama Agita yang saat itu lagi ada kumpul osis, maklumlah mereka itu anak osis-_-
setelah udah kumpul semua, kita berangkat sekitar jam set1an... kitasih ngejar film yang jam 1 tapi pas kesanaaaaaaaaaaaaa antriannya PANJAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNGGGGG BGT!!!!! alhasil kita telat.. jam udah nunjukin 10menit lagi film dimulai, tapi gua (yang ngantri beli tiket) masih di antrian paling belakang -_- kita semua pun mutusin nonton yang jam 3... gua sama beberapa temen gua sempet protes dan gamau, karna itu sore banget, pulangnya mau jam berapa ?! tapi akhirnya gua setuju setuju ajadeh sama keputusan mereka, daripada gua pulang (??) .-.
kita semua sempet makan dulu disalah satu resto yang ada di mall itu (ceilah resto bahasanya-_- daripada warteg kan ga enak dibaca.-.) sempet bingung juga sih mau makan apa... dan akhirnya kita mesen burger sama softdrink..... nunggu dari jam 1 sampe jam 3 itu bukan waktu yang sebentar. kita sempet bosen banget nungguinnyaaaaaa! kesel banget kelamaaaaann woi kelamaaaaannnnn!!!!!!!!!!! -_- oke singkat cerita.... gua dan temen temen gua udah nunggu hampir 2jam dan akhirnya jam 3 udah kurang dari 15menit lagi :D *nyengirlebar* kita semua masuk kebioskop dan beli popcorn buat cemilang pas nonton. pemberitahuan bahwa studio 3 tempat film 5cm ditayangin udah dibuka... kita mau masuk, tapi gajadi.. karna kita baru inget kalau Tasya, temen gua yang satu belum ada... tadi dia sempet ketemu temennya dari SMA lain dan gabung sama mereka. udah ditelfon di sms berkali kali, baru deh tuh anak nongol-_-
kita masuk ke studio 3, seperti biasanya tiket yang udah beli mahal mahal pun dirobek (yaiyalaaaaahhhh norak amatsih-.-) *abaikan* kita milih tempat duduk ditemapat paliiiinngggg ataaasssss... kebetulan kursinya Pas ada 6! jumlah kita semua kan ber-6 :"D. beberapa menit kemudian film pun dimulai.. belum apa-apa aja filmnya udah bikin satu studio ngakak abeeeezzzzzz=)) filmnya itu kocak,so sweet,amazing,adventure bgt,tentang persahabatan yang bikin peonton pada enpeeeehhhhhh *lebay* sepanjang film itu diputer,kayanya cuma barisan bangku gua doang yang paling rame, yaiyalah secara kita segerombolan TOA semua=)) hahahahahahaha (jangan ditiru yaaaa) filmnya selalu bikin ketawa ngakak mulai dari awal sampe selesai, adegan yang bikin nyeessssss sampe ada yang hampir nangis pun ada...
udah ga kerasa film udah abis, jam pun udah nunjukin pukul 5 lewat. kita semua langsung pulang karna takut dimarahin...
asal kalian tau aja yaaaaaa!! diangkot, kita tuh paling berisik.. berasa angkot punya kita dan yang lain cuma NUMPANG yaaa NUMPANG!!!! ahahahahahaha :p
asal kalian tau aja yaaaaaa!! diangkot, kita tuh paling berisik.. berasa angkot punya kita dan yang lain cuma NUMPANG yaaa NUMPANG!!!! ahahahahahaha :p
kita pun misah naik angkot yang beda beda jurusannya..........
ini yang gua inget kata kata yang ada di film 5cm
5 cm
Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yg kamu mau kejar
Kamu taruh di sini jangan menempel di kening.
Biarkan
dia
menggantung
mengambang
5 centimeter
di depan kening kamu
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu
akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu, segala keinginan, mimpi,
cita-cita, keyakinan diri
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan
sehabis itu yang kamu perlu
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa
( quoted from 5cm: Donny Dhirgantoro )
Sunday, November 25, 2012
tugas agama
SIFAT-SIFAT YANG WAJIB BAGI ALLAH
Berkenaan dengan sifat-sifat wajib bagi Allah yang mempunyai
dalil-dalil tertentu yang wajib diketahui oleh kita adalah dua puluh sifat, 20
sifat tersebut ada yang menggunakan dalil naqli (dalil yang didasarkan
kepada firman Allah (Al-Qur’an) dan atau sunnah (hadits Nabi), yaitu sama,
bashor, kalam, kaunuhu mutakaliman, dan selain tesebut diatas menggunakan dalil
aqli (dalil yang didasarkan kepada akal sehat). Yang mana kegunaan dari
dalil adalah untuk memperkuat keyakinan tentang sifat-sifat yang berhubungan
dengan dzat Allah swt.
Adapun
sifat-sifat yang berhubungan Allah terbagi tiga bagian :
a. Sifat-sifat yang wajib
(mesti ada)
b. Sifat-sifat yang mustahil
(mesti tidak ada)
c. Sifat yang jaiz
(boleh ada, boleh tidak)
Sifat-sifat yang dua puluh wajib di Allah tersebut adalah :
1. Wujud
Allah
wajib bersifat wujud, artinya Allah mesti ada.
Mustahil
Allah bersifat ‘adam, yakni mustahil allah tidak ada
Dalil
wujudnya Allah adalah dengan dalil aqli dan diperkuat dengan dalil
naqli, yaitu:
A. Dalil Aqli
Adanya semesta alam yang kita lihat sudah cukup dijadikan
sebagai alasan adanya Allah, sebab tidak masuk akal seandainya ada sesuatu yang
dibuat tanpa ada yang membuatnya.
Jika timbul pertanyaan: “kenapa
adanya alam (bumi, langit dan seisinya) menjadi dalil adanya Allah? Toh sebelum
kita terlahirpun alam ini sudah terbukti.”
Untuk menjawab pertanyaan ini, bisa dijawab dengan tiga segi
jawaban, yakni:
1.
Dari segi barunya Alam (hudutsul Alam)
Alam
tidak bisa aterlepas dari dua faktor, yaitu jirim dan arodh.
Arodh
adalah hal-hal yang bersifat
temporal, yaitu sifat-sifat yang selalu melekat pada jirim, seperti gerak atau
diam, panjang atau pendek, besar atau kecil, dll.
Kita
dapat menyaksikan bahwa sifat-sifat tersebut selalu berubah. Setiap yang
berubah pasti baru (huduts). Maka setiap ‘arodh pasti baru.
Kita
tahu bahwa setiap jirim tidak bisa terlepas dari arodh, setiap sesuatu yang
selalu lengket dengan yang baru sudah pasti sesuatu tersebut adalah baru. Dan
alam adalah sesuatu yang baru, dan setiap yang baru pasti ada yang membuatnya.
Pembuatnya adalah Allah swt.
2.
Dari segi bahwa alam termasuk barang mungkin (Imkanul Alam)
Status alam sebelum terwujud dikatakan seimbang (musawah,
balans) antara ada (wujud) dan tiadanya (‘adam) sebagai gambaran, ada dan tiada
alam adalah seperti halnya dua piringan neraca (timbangan) yang selalu seimbang
manakala salah satunya belum dikenai beban berat (murojjih). Adalah suatu hal
yang mustahil, salah satu neraca tersebut naik dan turun, jika dikeduanya tidak
dikenai beban berat. Mesti, salah satunya bisa naik atau turun, apabila yang
satunya lagi dikenai beban berat. Demikian pula alam, menurut asalnya antara
ada dan tiada adalah seimbang. Maka tidak masuk akal jika salahsatu dari ada
atau tiada bisa terbukti tanpa ada yang membuktikannya. Mestinya, apabila ada
(wujud) pasti ada yang mengadakan (mujid), dan bila tiada (‘adam) pasti ada
yang meniadakan (Mu’dim).
Manifestasi alam yang dapat kita lihat sudah cukup dijadikan
alasan atau petunjuk (dalil) atas wujud Allah swt. Walaupun kita tidak bisa
membuktikan adanya dengan kasatmata. Bahkan, tidak ada alam pun menjadi dalil
adanya Allah swt. Dengan alasan, ada dan tidak ada alam menurut asalnya adalah
seimbang (musawah), sebagaimana keterangan diatas.
3.
dari dua segi tersebut diatas (huduts dan imkan)
Jawabannya adalah gabungan antara jawaban yang pertama
(hudutsul alam) dan yang kedua (imkanul alam).
B. DALIL NAQLI
جلقالسموات والارض وما بينهمافي
ستةايام
ﷲالذى
Allahlah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada
diantara keduanya dalam (waktu) enam hari.
(QS. AS sajdah [32]:4))
2. QIDAM
Allah wajib bersifat Qidam, artinya Terdahulu adannya, maka
wajib Allah Qodim (yang tidak berpermulaan adanya)
Mustahil Allah bersifat Huduts, yaitu mustahil Allah
berpermulaan adanya).
a.
Dalil aqli sifat Qidam
Seandainya
Allah tidak qodim, mesti Allah hadits, sebab tidak ada penengah antara qodim
dan hadits. Apabila Allah hadits maka mesti membutuhkan muhdits (yang membuat)
mislanya A, dan muhdits A mesti membutuhkan kepada Muhdits yang lain, misalnya
B. Kemudian muhdits B mesti membutuhkan muhdits yang lain juga, misalnya C.
Begitulah seterusnya.Apabila tiada ujungnya, maka dikatakan tasalsul (peristiwa
berantau), dan apabila yang ujung membutuhkan kepada Allah maka dikatan daur
(peristiwa berputar). Masing-masing dari tasalsul dan daur adalah mustahil
menurut akal. Maka setiap yang mengakibatkan tasalsul dan daur, yaitu hudutsnya
Allah adalah mustahil, maka Allah wajib bersifat Qidam.
b.
Dalil Naqli sifat Qidam
Firman
Allah :
هوالاول
والاخروالظاهروالباطن
Dialah yang awal dan yang akhir Yang zhohir dan yang bathin. (QS. Al-Hadid
[57]:3)
3. BAQO
Allah
wajib bersifat Baqo, artinya kekal (abadi) selama-lamanya.
a.
Dalil Aqli sifat Baqo
Seandainya
Allah tidak wajib Baqo, yakni Wenang Allah Tiada, maka tidak akan disifati
Qidam. Sedangkan Qidam tidak bisa dihilangkan dari Allah berdasarkan dalil yang
telah lewat dalam sifat Qidam.
b.
Dalil Naqli Sifat Baqo
Firman
Allah :
كلشئ هالك إلاوجهه
Tiap sesuatu akan binasa (lenyap) kecuali Dzat-nya. (QS. Qoshos [28]:88)
4. MUKHALAFAH LIL HAWADITS
Allah
wajib bersifat Mukhalafah lil Hawadits, artinya tidak menyamai sekalian
makhluk, baik manusia, jin, malaikat dan sebagainya.
Maka
Allah tidak bersifat dengan sesuatu yang baru, misalnya: berjalan, duduk,
berdiri, bersemayam, atau bertelinga, bermulut, bermata, Dll. Sebab semua itu
adalah sifat-sifat atau sesuatu yang berada di makhluk. Dengan demikian setiap
apa yang terlintas dalam hati berupa panjang, pendej, lebar, kurus atau gemuk,
maka Allah bukan seperti itu.
Mustahil
Allah bersifat Mumatsalah lil hawadits,yakni mustahil Allah serupa dengan
makhuk.
a.
Dalil Aqli sifat mukhalafah lil hawadits
Apabila
diperkirakan Allah menyamai sekalian makhluknya, niscaya Allah dalah baru
(Hadits), sedangkan Allah baru adalah mustahil
b.
Dalil Naqli sifat mukhalafah lil hawadits
Firman
Allah :
ليس كمثله شيئ وهوالسميع البصير
Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan dia, dan
dia-lah yang maha mendengar lagi maha melihat. (QS. Asy-Syuro [42]:11)
5. QIYAMUHU BINAFSIHI
Allah
wajib bersifat Qiyamuhu binafsihi, artinya tidak membutuhkan kepada yang lain.
Pengertian
Qiyamuhu binafsihi mengandung dua pengertian, yaitu:
a. Allah tidak membutuhkan
Dzat.
b. Allah tidak membutuhkan
sang pncipta.
Mustahil
Allah bersifat Ihtiyaj, yakni mustahil Allah bergantung atau berhajat kepada
yang lain.
Pengertian
Ihtiyaj pun mengandung dua pengertian, yaitu:
a. Allah Mustahil membutuhkan
dzat.
b. Allah mustahil membutuhkan
sang pencipta.
a.
Dalil Aqli sifat Qiyamuhu Binafsihi
Seadainya
Allah membutuhkan dzat, niscaya Allah adalah sifat, sebab hanya sifatlah yang
selalu membutuhkan dzat, sedangkan dzat selamanya tidak membutuhkan dzat lain
untuk berdirinya.
Dan
apabila Allah “Sifat” adalah mustahil, sebab apabila Allah “sifat”, maka Allah
tidak akan disifati dengan sifat Ma’ani dan Ma’nawiyah, sedangkan sifat
tersebut adalah termasuk sifat-sifat yang wajib bagi Allah berdasarkan
dalil-dalil tertentu. Berarti apabila Allah tidak disifati dengan sifat Ma’ani
dan Ma’nawiyah adalah salah (Bathil), dan batal pula sesuatu yang
mengakibatkannya, yaitu butuhnya Allah kepada dzat. Apabila batal butuhnya
Allah kepada dzat maka tetap Maha kaya (istighna)nya Allah dari dzat.
Seandainya
Allah membutuhkan sang pncipta, niscaya Allah baru (Hadts), sebab yang membutuhkan
pencipta hanyalah yang baru sedangkan dzat qodim tidak membutuhkannya. Dan
mustahil Allah Hadits, karena segala sesuatu yang hadits harus membutuhkan sang
pencipta (mujid) yang kelanjutannya akan mengakibatkan daur atau tasalul.
b.
Dalil Naqli Sifat Qiamuhu Binafsihi
Firman
Allah:
إن اﷲ لغنى عن العا لمين
Sesungguhnya Allah benar-benar maha kaya (tidak
memerlukan sesuatu) dari alam semesta. (QS. Al Ankabut [29]:6)
6.
WAHDANIYAT
Allah wajib bersifat wahdaniyat, artinya tunggal, tiada
sekutu baginya, baik dalam dzat, sifat-sifat atau perbuata-nya.
Pengertian wahdaniyat (tunggal)nya Allah meliputi tiga
macam :
a.
Tunggal pada dzatnya (Wahdaniyat fidz dzat)
-
Dzat Allah tidak terseusun/terbentuk dari berbagai bagian (juz) pengertian ini
membersihkan kam muttasil pada dzat Allah.
-
Dzat Allah tidak bersekutu, yakni tidak dua atau tiga, dst. Pengertian inii
membersihkan kam munfasil pada dzat Allah.
b.
Tunggal pada sifat-sifatnya (wahdaniyat fish shifat)
-
Setiap jenis pada sifat-sifat Allah hanya satu-satu. Allah tidak disifati
dengan dua sifat, tiga sifat atau lebih yang satu nama dan satu pengertian.
Berbeda dengan sifat yanga ada pada makhluk. Misalnya, sifat sama (mendengar)
pada manusia bertingkat-tingkat, terkadang mendengar sekali, mendengar
biasa-biasa, atau agak mendengar, bahkan nyaris tidak mendengar. Berbeda dengan
mendengarnya Allah.
-
Selain Allah tidak mempunyai sifat yang menyerupai sifat-sifatnya. Pengertian
ini membersihkan kam munfasil pada sifat Allah.
c.
Tunggal pada perbuatan-perbuatannya (wahdaniyat fil af’al)
-
Selain Allah tidak ada yang mempuyai pekerjaan yang memberi bekas tau pengaruh
(ta’tsir). Dalam arti yang mempunyai pekerjaan yang
hakiki hanyalah Allah, adapun pekerjaan yang ada di makhluk hanya sebagai kasab
atau ikhtiar. Pengertian ini membersihkan kam munfashil pada perbuatan Allah.
Dalil Naqli Sifat Wahdaniyat
Firman Allah :
لوكان
فيهماالهةإلااﷲ لفسد تا
Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit
dan bumi akan rusak. (QS. Al Anbiya
[21]:22)
7.
QUDROT
Allah wajib bersifat Qudrot, artinya kuasa, berkemampuan.
Maka Allah membuat atau meniadakan makhluk dengan sebab
sifat qudrotnya. Allah menciptakan atau meniadakan makhluk dengan sebab sifat
qudrotnya. Allah menciptakan dan meniadakan barang mungkin sudah pasti akan
sesuai dengan apa yang telah Allah tentukan lewat Irodatnya di azali.
Perealisasian (pembuktian) ketentuan-ketentuan Allah,
dengan menciptakan atau meniadakan dinamakan qodar, untuk lebih jelasnya,
pengertian Qodho dam Qodar akan dijelaskan pda bagian sam’iyyat.
Mustahil Allah bersifat ‘Ajzun, yakni mustahil Allah
tidak kuasa, atau tidak berkemampuan untuk menciptakan atau meniadakan barang
mungkin yang telah ditentukan lewat Irodatnya di Azali.
a.
Dalil Aqli sifat Qudrot
Dalilnya adalah adanya alam semesta.
Proses penyusunan dalilnya, jika Allah tidak berkemampuan
niscaya Allah lemah(‘Ajzun), dan apabila Allah lemah maka tidak akan mampu
menciptakan makhluk barang sedikitpun.
b.
Dalil Naqli sifat Qudrot
إن اﷲعلى كل شيى قد ير
Sesungguhnya
Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Baqarah [2]:20)
8.
IRODAT
Allah wajib bersifat Iradat, artinya berkehendak, dengan
kata lain dalam melakukan sesuatu tidak terlepas dari kehendaknya.
Mustahil allah bersofat karohah. Yakni mustahil Allah
terpaksa.
Fungsi sifat iradat adalah menentukan (takhsish) sesuatu
yang mungkin. Dengan sebab sifat iradatnya, di azali allah menentukan sesuatu
yang mungkin. Misalnya, diazali allah menentukan dengan iradatnya kerpada Ahmad
dalam hal menciptakan atau tidaknya dan apabila diciptakan dia akan mempunyai
sifat demikian ....., lahir dizaman....., bertempat tinggal di ....., dan lain
sebagainya. Ketentuan –ketentuan yang telah Allah tetapkan di azali dinamakan
qodho. Dengan ketentuan ini, maka barang mungkin tersebut sudah pasti akan
sesuai dengan apa yang telah allah tentukan kepadanya ewat iradatnya Allah.
a.
Dalil Aqli sifat Irodat.
Dalilnya adalah adanya alam semesta.
Proses penyusunan dalil, seasndainya allah tidak bersifat
berkehendak niscaya bersifat terpaksa (karohah), dan allah bersifat terpaksa
adalah mustahil karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi tidak
disifatinya Allah dengan sifat qudrot adalah mustahil, sebab akanberakibat
lemahnya Alla, sedangkan lemahnya Allah adalah mustahi, karena tidak akan mampu
membuat makhluk barang sedikitpun.
b.
Dalil Naqli sifat Irodat.
Firman Allah :
ان ربك فعال لمايريد
Sesungguhnya
Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki.
(QS.
Hud[50]:107)
9.
ILMU
Allah wajib bersifat ilmu, artinya mengetahui.
Mustahil Allah bersifat jhal, yakni mustahil allah tidak
mengetahui. Ilmu Allah berbeda dengan ilmu Allah yang ada dimakhluk, sebab ilmu
allah tiada berpermulaan dan tiada berakhir. Sedangkan Ilmu yang ada pada
makhluk ada awalnya da ada akhirnya. Allah mengathui sesuatu sesuai dengan
kenyataan (obyektif). Tiada sesuatupu yang terhalang dan samar dari ilmunya.
Segala sesuatu termonitor oleh ilmu allah swt. Baik secar totalitas taupun
rincian, yang ada dimuka bumi atatupun dilangit. Allah mengetahuijumlah ilangan
pasir, tetesan air hujan, daun-daun pepohonan, da makhluk sekecil apapun.
a.
Dalil Aqli sifat Ilmu
Dalilnya adalah adanya alam semesta.
Proses penyusunan dalil, seandainya Allah tak berilmu
niscaya tidak akan berkehendak, sedangkan allah tidak berkehendak adalah
mustahil, karena tidak akan disifati qudrot, akan tetapi Allah tidak disifati
dengan qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya Allah. Sedangkan
lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat barang makhluk
sedikitpun.
b.
Dalil Naqli sifat Ilmu
Firman Allah :
وهوبكل شيى عليم
Dan dia maha
mengetahui segala sesuatu.
(QS.Al Hadid
[57]:3 atau QS. Al Baqaroh [2]:29)
10. HAYAT
Allah wajib bersifat hayat artinya hidup
Mustahil Allah bersifat maut, yakni mustahil Allah tidak
hidup.
Hidupnya Allah jauh berbeda dengan hidupnya makhluk, sebab
hidupnya Allah dengan dzatnya, bukan dengan ruh. Sedangkan hidupnya
makhluk allah adalah dengan sebab ruh. Hayat adalah seifat yang memegang
peranan penting untuk dibenarkan (disahkan)nya sesuatu dzat bisa mempunyai daya
tangkap (idrok, sepeti penglihatan, ilmu, dan pendegaran). Dalam arti suatu
dzat bisa dikatakan berilmu, melihat, mendengar, apabila hidup. Akan tetapi
tidak mesti sesuatu yang bersifat hayat harus selalu idrok.
Sifat hayat sama sekali tidak ada hubungan (ta’alluq)
dengan sesuatu yang ada (maujud) atau sesuatu yang tiada (ma’dum) melainkan
hanyalah menjadi syarat untuk adanya idrok.
a.
Dalil Aqli sifat hayat
Dalilnya adanya alam semesta. Proses penyusunan dalil,
seandainya Allah tidak hidup maka tidak akan disifati Qudrot, akan tetapi Allah
tidak disifati dengan Qudrot adalah mustahil, sebab akan berakibat lemahnya
Allah, seangkan lemahnya Allah adalah mustahil, karena tidak akan mampu membuat
alam semesta.
b.
Dalil Naqli sifat Hayat
Firman Allah :
وتو كل على الحى الذ ى لايمو ت
Dan bertakwalah
kepada Allah yang hidup yang tidak mati. (QS. Al-Furqon [25]:58)
11.SAMA
Allah wajib bersifat sama ‘artinya mendengarkan.
Mustahil Allah bersifat shomam, yakni mustahil Allah tuli.
Mendengarnya Allah berbeda dengan mendengarnya makhluk. Allah mendengar
tanpa membutuhkan gendang telinga dan daun telinga. Sedangkan makhluk mampu
mendengar dengan perantaraan telinga. Allah mendengar suara melatanya semut
hitamdi atas batu yang licin, karena pendengarannya tidak seperti pendengaran
makhluk yang selalu bersifat kekurangan serta penangkapannya menunggu syarat
dan sebab – sebab yang biasa.
Dalilnya menggunakan kutipan(Naql), yaitu Firman Allah:
وهو
السميع البصير
Dan dialah yang
maha mendengar lagi maha melihat. (QS. Asy Syuro [42]:11)
12.BASHOR
Allah wajib bersifat Bashor, Artinya Melihat.
Musthail Allah bersifat Ama, yakni mustahil allah buta.
Alah melihatsemut hitam dimalam yang gelap gulita, karena penglihatannya
tidak seperti penglihatan makhluk yang sealu bersifat kekurangan serta
penangkapannya menunggu syarat dan sebab-sebab biasa
Dalilnya menggunakandalil kutipan (Naql), yaitu firman Allah:
وهوالسميع
البصير
Dan dialah yang
maha mendengar lagi maha melihat. (QS. Asy Syuro[42]:11)
13.KALAM
Allah wajib bersifat kalam, artinya berfirman.
Mustahil Allah bersifat Bakam, yakni mustahil Allah bisu.
Dalilnya menggunakan dalil kutipan (Naql), yaitu firman Allah:
وكلم
ﷲموسى تكليما
Dan Allah berfirman kepada musa dengan langsung. (QS. An Nisa:164)
Kalam Allah jauh berbeda dengan kalam makhluk, sebab kalam allah adalah
qodim, bukan makhluk, sehingga ia harus dibersihkan dari segala sesuatu yang
baru (hadits) dan dari segala ‘arodhnya maka kalam Allah tidak bersuara, tidak
berawal, tidak berakhir, tidak ber-i’rob dan tidak engandung bina.
14.KAUNUHU
QODIRON.
Allah wajib bersifat Kaunuhu Qodiron, artinya tetap selalu dalam keadaan
yang kuasa atau mampu.
Mustahil Allah bersifat Kaunuhu Ajizan, yakni mustahil Allah dalam keadaan
yang tidak kuasa atau tidak mampu.
Dalilnya kaunuhu Qodiron sama dengan sifat Qudrot.
15.KAUNUHU MURIDAN
Allah wajib bersifat kaunuhu muridan, artinya tetap selalu dalam keadaan
yang berkehendak.
Mustahil Allah bersifat kaunuhu karihan, yakni mustahil Allah dalam keadaan
terpaksa.
Dalilnya kaunuhu muridan sama dengan dalil sifat Irodat
16.KAUNUHU ‘ALIMAN
Allah wajib bersifat kaunuhu Aliman, artinya tetap selalu dalam keadaan
yang mengetahui.
Mustahil Allah bersifat kaunuhu jahilan, yakni mustahil Allah dalam keadaan
yang tidak mengetahui.
Dalilnya sama dengan dalil sifat ilmu.
17.KAUNUHU HAYAN
Allah wajib bersifat kaunuhu hayan, artinya tetap selalu dalam keadaan yang
hidup.
Mustahil Allah bersifat kaunuhu mayitan Yakni mustahil Allah dalam keadaan
yang tidak hidup.
Dalinya kaunuhu hayan sama dengan dalil sifat hayat
18.KUNUHU SAMIAN
Allah wajib bersifat kaunuhu samian, artinya tetap selalu dalam keadaan
yang mendengar.
Mustahil Allah bersifat Kaunuhu Ashoma, yakni mustahil Allah dalam keadaan
yang tidak mendengar (tuli)
Dalilnya sama dengan dalil sifat Sama.
19.KAUNUHU
BASHIRON
Allah wajib bersifat kaunuhu Bashiron, artinya tetap selalu dalam keadaan
yang melihat.
Mustahil Allah bersifat Kaunuhu A’ma, yakni mustahil Allah dalam keadaan
yang tidak melihat (buta)
Dalilnya sama dengan dalil sifat Bashor.
20. KAUNUHU MUTAKALLIMAN
Allah wajib bersifat kaunuhu mutakaliman, artinya tetap selalu dalam
keadaan yang berfirman.
Mustahil Allah bersifat Kaunuhu Abkama, yakni mustahil Allah dalam keadaan
yang tidak berfirman (bisu)
Dalilnya sama dengan dalil sifat Kalam.
Bunyi dalil Naqli maupun Aqli yang menyatakan bahwa Islam adalah agama
yang benar dan diridhoi Allah?
Dalam
surat Al-Maidah ayat ketiga disebutkan:
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394],
daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang
tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas,
kecuali yang sempat kamu menyembelihnya[395], dan (diharamkan
bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan
anak panah[396], (mengundi nasib dengan anak panah itu)
adalah kefasikan. Pada hari ini[397] orang-orang kafir telah
putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada
mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu
agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam
itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398]
karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang".
1.
Dalil Aqli
Al-Qur'an
yang telah diturunkan oleh Allah sebagai petunjuk manusia merupakan bukti
konkret bahwa Islam merupakan agama yang haqiqi. Sebagaimana kita tahu,
Al-Qur'an tak pernah berubah sejak diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga
sekarang. Islam juga merupakan agama universal yang kebenaran nilai-nilainya
dapat diterima oleh suara hati manusia. Didalamnya telah diatur berbagai aspek
kehidupan manusia mulai dari syariah hingga hubungan dengan semua makhluk
dengan sangat indah. Oleh karena itu, tak ada lagi hal yang dapat meragukan
keabsahan Islam.
Subscribe to:
Posts (Atom)